Anggaran bulan ini tampak aman, sampai tiba jadwal servis motor atau pembayaran tahunan yang lupa dimasukkan. Pengeluaran seperti ini bukan selalu keadaan darurat; sering kali waktunya bisa diperkirakan, hanya frekuensinya tidak bulanan. Menyiapkan pos khusus lebih masuk akal daripada mengandalkan sisa uang di akhir bulan.
Cari biaya yang berulang
Periksa catatan transaksi beberapa bulan terakhir dan tandai pengeluaran yang muncul sesekali, seperti pajak kendaraan, perpanjangan dokumen, biaya sekolah, atau perjalanan pulang kampung. Tambahkan juga kebutuhan yang tanggalnya belum pasti tetapi cukup mudah diprediksi, misalnya mengganti ban atau membeli perlengkapan kerja. Daftar ini membantu membedakan biaya yang bisa direncanakan dari kejadian tak terduga.
Bagi biaya menjadi setoran
Untuk biaya yang memiliki target dan perkiraan waktu, hitung jumlah yang perlu disiapkan lalu bagi dengan jumlah bulan tersisa. Jika biaya tahunan diperkirakan Rp1.200.000 dan masih ada 12 bulan, target awalnya Rp100.000 per bulan. Angka tersebut adalah panduan anggaran, bukan jaminan bahwa biaya akhirnya tidak berubah.
Letakkan pada pos terpisah
Catat setoran ini sebagai pos tersendiri dalam anggaran, lalu pindahkan setelah menerima pemasukan agar tidak bercampur dengan uang belanja harian. Rekening atau kantong terpisah bisa membantu, tetapi periksa dulu apakah ada biaya administrasi atau batas transaksi. Tinjau jumlahnya setiap beberapa bulan dan sesuaikan bila perkiraan biaya atau kemampuan menabung berubah.
