7 Cara Mengatur Keuangan Biar Makin Aman di Penghujung Bulan. Kurang-kurangi Jajan Ya

Uang Jajan

Menjaga keuangan agar tetap stabil, setidaknya sampai akhir bulan memanglah bukan pekerjaan mudah. Akan selalu ada kendala yang menyertainya. Alih-alih sudah mengatur keuangan sedemikian rupa, justru diakhirnya harus menelan kepahitan sebab ketidakseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran.

Banyak dari kita yang masih mengabaikan pentingnya mengatur sirkulasi uang (cash flow) agar keuangannya tetap makmur meski sudah memasuki pertengahan menuju akhir bulan. Padahal itu merupakan pijakan awal agar keuangan tetap terkendali sesuai yang diharapkan. Beberapa mungkin sudah mencoba melakukannya dengan mulai mencatat setiap transaksi yang masuk dan keluar.

Namun tidak semuanya bisa menerapkan itu. Kebijaksanaan dan kesadaran serta ketelatenan dalam diri sendirilah yang menjadi penentu dalam mengendalikan agar keuangan tetap aman sentosa sampai menerima gaji selanjutnya. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kondisi keuanganmu tetap baik meski sudah di penghujung bulan.

1. Mengetahui tujuan

Mengelola keuangan tidak hanya sekedar agar kondisi keuanganmu tetap terjaga dengan aman. Namun juga bagian dari langkah awal menuju tujuan yang ingin kamu capai dimasa mendatang. Seperti liburan, membuka peluang bisnis, membangun yayasan amal, pernikahan, atau yang lainnya. Sebab itu akan menentukan bentuk pos-pos yang akan kamu buat nanti. Tidak hanya berisikan kebutuhan sehari-hari, tapi juga persiapan untuk berbagai tujuanmu nanti.

Sehingga penting untuk mengetahui apa yang menjadi tujuan hidupmu di masa mendatang sebelum memulai menyusun rencana keuangan. Anggap saja itu sebagai rambu-rambu agar kamu tetap bersikap hati-hati saat sedang mengelolanya.

2. Bedakan antara wajib, butuh, dan ingin.

Oke, setelah tahu apa tujuan yang ingin kamu capai dengan mengatur keuanganmu, maka selanjutnya adalah kamu harus membedakan ke dalam tiga komponen. Penulis mendapatkan ilmu dari Finansialku, yang intinya:

Wajib di sini mencakup keperluan sehari-harimu dan termasuk di dalamnya adalah cicilan dan tagihan lainnya. Itu semua harus masuk ke dalam daftar urutan teratas skala prioritasmu.

Kedua adalah butuh, ini bagi setiap individu merupakan pilihan dan ini berbeda-beda. Sebagai contoh, dalam sebuah rumah tangga tidak semuanya membutuhkan asisten rumah tangga untuk membantu membereskan rumah atau baby sitter untuk mengasuh anaknya. Sehingga bila tidak terlalu membutuhkannya, maka hal tersebut dapat dicoret dari daftar kebutuhan.

Ketiga adalah keinginan, ini adalah suatu hasrat yang muncul sesaat, dimana dapat ditahan dengan mempertimbangkannya terhadap satu sama lain yang memiliki nilai guna atau menghasilkan benefit yang mendekati sama dengan sesuatu yang diinginkan tersebut.

Sebagai contoh kamu ingin memiliki smartphone edisi terbaru, sementara smartphone-mu saat ini masih bisa dipakai dan dalam kondisi baik. Semua fiturnya pun masih lengkap dan berfungsi dengan baik. Alih-alih ingin mendapatkan fitur terbaru, justru itu hanya akan menghambur-hamburkan uangmu. Jangan sampai hasrat keinginanmu yang demikian lebih banyak menguras keuanganmu daripada kewajibanmu.

Maka, pintar-pintarlah dalam membuat skala prioritas. Namun perlu diketahui pula bahwa perihal tiga komponen diatas mungkin bagi tiap-tiap orang memiliki pandangannya tersendiri. Bergantung dari kondisi ekonominya saat itu. Termasuk di dalamnya pendapatan yang diperoleh dari pekerjaannya. Tidak bisa dipukul rata karena masing-masing individu memiliki kemampuan yang berbeda dalam memenuhi standar kehidupannya. Sehingga dalam membedakan ketiga komponen tersebut, harus diperhatikan pula aspek-aspek yang lain. Tidak serta merta ikut-ikutan agar seperti yang lainnya.

3. Lakukan pengecekan kesehatan keuangan

Bukan hanya kesehatanmu saja yang perlu diperiksa. Melainkan kesehatan keuanganmu juga. Sebelum melakukan pendistribusian ke dalam berbagai pos yang kamu punya, alangkah baiknya bila kamu melakukan pengecekan terhadap kesehatan keuanganmu terlebih dahulu. Ada banyak aplikasi digital yang dapat membantumu untuk melakukan pengecekan kesehatan keuanganmu. Kamu dapat melakukannya sendiri dengan mengisi form yang sudah tersedia pada aplikasi tesebut.

4. Tulis dan bentuk pos-pos perencanaan keuangan

Setelah mengetahui bagaimana kondisi kesehatan keuanganmu, selanjutnya jumlahkan penghasilanmu lalu bagi ke dalam pos-pos yang sudah kamu buat. Pastikan kamu membuat pos-pos tersebut berdasarkan kebutuhan yang paling penting dan mendesak. Termasuk di dalamnya adalah pengeluaran seremeh apapun itu. Jangan sampai ia tertinggal dan tidak masuk dalam daftar pencatatan keuanganmu.

Selain hal tersebut, penting pula untuk mencatat mana yang termasuk ke dalam kebutuhan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Sebab itu merupakan bagian dari tujuan yang akan dicapai di masa mendatang, sebagaimana yang telah disebutkan pada nomor satu diatas.

Tentunya setiap individu memiliki pemasukan dan pengeluaran yang berbeda, oleh karenanya kamu harus cermat melakukan pencatatan setiap transaksi keluar-masuk dan tidak mudah terprovokasi oleh orang lain. Tetap pegang tujuan awalmu dalam membuat perencanaan keuangan tersebut. Dengan begitu, kamu akan tahu bagaimana sirkulasi uangmu.

5. Investasi

Tidak hanya menabung saja yang harus kamu lakukan untuk mengamankan penghasilanmu. Tapi juga lakukan investasi untuk mengamankan sekaligus menambah pundi-pundi keuanganmu. Melalui investasi, kamu dapat mengelola keuanganmu untuk tujuan yang sudah kamu buat dimasa mendatang sebagaimana yang tertera pada nomor satu di atas. Ini akan mengasyikkan, karena kamu seperti punya asisten yang akan mengingatkanmu perihal sesuatu yang sangat penting.

Saat ini sudah banyak tersedia varian produk untuk berinvestasi. Mulai dari reksadana, saham, obligasi, emas, hingga properti. Kamu bisa melakukan review terlebih dahulu sebelum melakukan investasi. Hal itu semata-mata sebagai antisipasi agar tak terjerumus pada investasi bodong yang belakangan sangat marak sekali.

6. Pergi ke profesional

Bila kamu masih mengalami kesulitan dalam mengelola keuanganmu, kamu dapat berkunjung ke profesional untuk melakukan konsultasi seputar permasalahan keuanganmu. Seorang perencana keuangan akan membantumu dalam mengelola keuanganmu agar tidak berantakan. Tidak hanya sekedar memberikan saran sesuai dengan kebutuhanmu, biasanya disertai pula dengan pendampingan. Itu dilakukan guna memantau bagaimana dirimu dalam mengelola keuanganmu.

7. Disiplin dalam melaksanakan

Setelah kamu menulis dan memperinci keuanganmu, kamu harus disiplin dalam melaksanakannya. Tidak boleh malas apalagi sekedar wacana. Karena sudah memiliki tujuan awal dan berkomitmen, sehingga dalam pelaksanaannya pun harus mematuhi apa yang sudah menjadi komitmen tersebut.

Pada akhirnya, mengelola keuangan dengan baik harus dapat dilakukan oleh siapapun. Tentunya bagi mereka yang sudah tahu dan paham apa yang menjadi tujuannya di masa mendatang. Penting bagi diri sendiri untuk melakukan pengendalian diri agar tidak mudah menghambur-hamburkan apa yang sudah berhasil didapatkannya selama ini.

Membuat perencanaan keuangan bukan berarti kamu terlalu menahan uangmu sampai disebut sosok yang kikir. Itu salah besar. Justru dengan kamu mengatur keuanganmu sedemikian rupa, kamu akan tahu dan paham bagaimana uang itu harus diperlakukan dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Itu akan membuatmu mengerti bahwa dengan mengkondisikan keuangan dengan baik merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi ketika dalam kondisi terdesak dan sebagai pengurang rasa was-was ketika sudah akan masuk masa istirahat. Tidak berarti kamu tidak bisa menikmati hidup. Justru dibagian akhirnyalah kamu akan merasakan menfaat yang lebih besar dari mengatur keuanganmu tersebut.

sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *