Copyright © 2010 MelekFinansial.com. All Rights Reserved. Snowblind by Themes by bavotasan.com. Powered by WordPress.
Posts Tagged ‘ Motivasi ’
Beberapa waktu yang lalu, saya sering merasa tidak bersemangat. Entah karena pekerjaan yang menumpuk lah, atau karena merasa tersinggung dengan perkataan orang, ataupun bahkan karena hal-hal sepele seperti kehabisan tinta pulpen namun bisa menimbulkan efek emosi yang menggelegar.
Yaa, hal-hal tersebut pastinya sering kita alami bukan?
Namun disadari ataupun tidak, hal itu juga berpengaruh dengan tingkat kecerdasan finansial kita.
“Oya..?”, saya menanyakan hal itu pada diri saya sendiri.
Kemudian ketika di dalam keheningan malam, saya flashback sebentar. Merenungi apakah ada hubungan itu. Lalu saya bandingkan dengan kondisi ketika saya sedang merasa bersemangat. Rasa-rasanya di dalam melakukan sesuatu seolah-olah semuanya terasa mudah, ringan dilalui. Rejeki pun kadang ada-ada saja, entah dari mana datangnya. Dapat bonus gaji dari kantor, pekerjaan cepat selesai, ataupun ketika berhubungan dengan klien bisa diterima dengan nyaman. Yaa, itu sering saya rasakan.
Namun rasanya sangat berbeda, ketika saya merasa malas, sering mengeluh, ngga mood. Kondisinya bisa berbalik 180 derajat!
Akhirnya, sampailah saya pada suatu kesimpulan, bahwa mood kita berbanding lurus dengan IQ finansial kita. Jika kita merasa selalu bersemangat, maka kita akan dengan mudah menangkap peluang-peluang yang ada. Namun ketika kita sedang NGGA MOOD, maka peluang ngga mau dekat-dekat dengan kita juga dong..
Jadi benar apa kata Aa’Gym dengan judul lagunya yang pernah ngetrend itu. “Jagalah hati, jangan kau nodai.. Jagalah hati, lentera hidup ini..”
Happy MelekFinansial Weekend
Hai..
Saya punya beberapa kutipan bagus tentang uang.
Semoga bisa menjadi inspirasi Anda di dalam perjalanan menuju Kebebasan Finansial.
Kutipan: 1
“Jika Anda dapat menangkap gagasan bahwa uang itu tidak nyata, Anda akan tumbuh lebih cepat kaya.”
~ ~ Robert T. Kiyosaki
Kutipan Uang Terkenal: 2
“Uang, ternyata, persis seperti seks, Anda tidak memikirkan hal lain jika Anda tidak memilikinya, dan memikirkan hal-hal lain jika Anda memilikinya.”
~ James Baldwin ~
Kutipan: 3
“Sebagian besar orang terlalu sibuk mencari nafkah untuk menghasilkan uang.”
~ Anonymous ~
Kutipan: 4
“Uang tidak tumbuh di pohon.”
~ Mengatakan (Amerika) ~
Kutipan: 5
“Hal terakhir yang orang ingin dengar adalah fakta sederhana yang jelas, bahwa orang kaya berpikir berbeda uang daripada orang miskin … Mereka memiliki apa yang saya sebut pola pikir kaya.”
~ ~ Robert G. Allen
Kutipan: 6
“Pada papan permainan Monopoli, Anda memiliki salah satu rumus terbaik untuk kekayaan di dunia.”
~ ~ Robert Kiyosaki
Sebuah program sederhana yang menunjukkan cara untuk mengendalikan utang pribadi Anda dan kemudian membuangnya. Program ini terbukti telah membantu ribuan orang, seperti Anda, memanjat secara permanen keluar dari utang. Ubah masa depan keuangan Anda dengan mengambil satu langkah hari ini.
Kutipan: 7
“Kekayaan adalah pikiran, bukan sesuatu.”
~ ~ Robert G. Allen
Kutipan: 8
“Sebuah tas berat membuat jantung ringan.”
~ John Ray ~
Kutipan: 9
“Jika Anda bekerja untuk uang, Anda memberi kekuatan untuk majikan Anda. Jika uang Anda bekerja untuk Anda, Anda tetap dan mengontrol kekuasaan..”
~ ~ Robert T. Kiyosaki
Continue Reading »Pernahkah anda mendengar seseorang mengatakan bahwa manusia itu adalah mahluk yang suka berkeluh kesah? Saya mendengar itu sudah sangat lama. Mungkin ketika saya masih kecil. Dan sekarang setelah memasuki usia dewasa, saya mendapati bahwa hal itu benar adanya. Kenyataannya, sangat mudah bagi kita untuk mengeluhkan tentang ini dan itu.
Kita bisa mengeluh tentang penghasilan. Kita bisa mengeluh tentang pekerjaan. Tentang kesehatan. Tentang atap rumah yang bocor. Tentang jerawat yang membandel. Tentang sariawan akibat bibir tergigit secara tidak sengaja. Bahkan, kita mengeluh karena terlalu banyak hal yang harus kita keluhkan. Lantas, kapan kita akan berhenti mengeluh?
Belum lama ini saya bertemu dengan seseorang yang saya kagumi. Sebenarnya, pertemuan itu dijadwalkan untuk melakukan wawancara supaya saya bisa memahami kebutuhan perusahaan itu akan program pelatihan yang saya fasilitasi. Selama proses wawancara itu, kami merasa mulai akrab satu sama lain, sehingga kami tidak menyadari bahwa sebelumnya kami sama sekali tidak saling mengenal.
Oleh karena itu, setelah semua hal yang saya agendakan untuk didiskusikan dalam wawancara itu selesai, ada perasaan aneh yang kami rasakan, yaitu; kami seolah belum ingin berhenti berdiskusi. Walhasil, pembicaraan kami memasuki ’topik’ yang sifatnya lebih personal. Tepatnya, tentang ’konsep diri’ masing-masing. Lebih tepatnya lagi; saya mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan konsep diri beliau. Sebab, saya lebih banyak mengeksplorasi dan mendengar daripada mengemukan pandangan saya sendiri.
Ada begitu banyak pelajaran yang saya dapatkan. Namun, satu hal yang bisa saya paparkan disini adalah tentang pandangan beliau mengenai rasa malu. Rasa malu? Ya, rasa malu. Tetapi, ini bukan rasa malu kita dihadapan sesama manusia. Melainkan rasa malu kepada Tuhan.
Hebatnya lagi, orang yang saya kagumi ini mampu menggambarkan pelajaran penting itu dalam sebuah kalimat sederhana. Maaf, bukan kalimat, melainkan sebuah frase yang dibangun oleh dua kata, yaitu:
‘’Malu Mengeluh’.
“Take no thought of who is right or wrong or who is better than. Be not for or against.”
“Take things as they are. Punch when you have to punch. Kick when you have to kick.”
“The future looks extremely bright indeed, with lots of possibilities ahead – big possibilities. ”
“Like the song says, “We’ve just begun.””
“The less effort, the faster and more powerful you will be.”

