Sejarah Uang

No Gravatar

Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri; singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya. READ THE FULL ARTICLE >>

Siapakah dan apakah uang itu?

No Gravatar

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.[1] Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.[2] READ THE FULL ARTICLE >>

Akuntansi Itu Mudah

No Gravatar

Beberapa orang mengakui bahwa akuntansi adalah bahasa bisnis. Tetapi apa sebenarnya akuntansi itu? Seberapa pentingnya akuntansi terhadap bisnis?

Akuntansi sendiri adalah merupakan suatu proses yang mengidentifikasi data keuangan, pencatatan, dan sebagai hasil akhirnya, laporan keuangan. Ada sedikit perbedaan antara akuntansi dan pembukuan. Pembukuan adalah sebenarnya bagian dari akuntansi yaitu proses pencatatannya saja. Sedangkan akuntansi mencakup juga identifikasi dan komunikasi.

Laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi. Termasuk didalamnya adalah : READ THE FULL ARTICLE >>

Cashflow

No Gravatar

“Making more money will not
solve your problems if cash flow
management is your problem.”

Mengeluh??

No Gravatar

See full size imagePernahkah anda mendengar seseorang mengatakan bahwa manusia itu adalah mahluk yang suka berkeluh kesah? Saya mendengar itu sudah sangat lama. Mungkin ketika saya masih kecil. Dan sekarang setelah memasuki usia dewasa, saya mendapati bahwa hal itu benar adanya. Kenyataannya, sangat mudah bagi kita untuk mengeluhkan tentang ini dan itu.

Kita bisa mengeluh tentang penghasilan. Kita bisa mengeluh tentang pekerjaan. Tentang kesehatan. Tentang atap rumah yang bocor. Tentang jerawat yang membandel. Tentang sariawan akibat bibir tergigit secara tidak sengaja. Bahkan, kita mengeluh karena terlalu banyak hal yang harus kita keluhkan. Lantas, kapan kita akan berhenti mengeluh?

Belum lama ini saya bertemu dengan seseorang yang saya kagumi. Sebenarnya, pertemuan itu dijadwalkan untuk melakukan wawancara supaya saya bisa memahami kebutuhan perusahaan itu akan program pelatihan yang saya fasilitasi. Selama proses wawancara itu, kami merasa mulai akrab satu sama lain, sehingga kami tidak menyadari bahwa sebelumnya kami sama sekali tidak saling mengenal.

Oleh karena itu, setelah semua hal yang saya agendakan untuk didiskusikan dalam wawancara itu selesai, ada perasaan aneh yang kami rasakan, yaitu; kami seolah belum ingin berhenti berdiskusi. Walhasil, pembicaraan kami memasuki ’topik’ yang sifatnya lebih personal. Tepatnya, tentang ’konsep diri’ masing-masing. Lebih tepatnya lagi; saya mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan konsep diri beliau. Sebab, saya lebih banyak mengeksplorasi dan mendengar daripada mengemukan pandangan saya sendiri.

Ada begitu banyak pelajaran yang saya dapatkan. Namun, satu hal yang bisa saya paparkan disini adalah tentang pandangan beliau mengenai rasa malu. Rasa malu? Ya, rasa malu. Tetapi, ini bukan rasa malu kita dihadapan sesama manusia. Melainkan rasa malu kepada Tuhan.

Hebatnya lagi, orang yang saya kagumi ini mampu menggambarkan pelajaran penting itu dalam sebuah kalimat sederhana. Maaf, bukan kalimat, melainkan sebuah frase yang dibangun oleh dua kata, yaitu:
‘’Malu Mengeluh’. READ THE FULL ARTICLE >>

Planning Well, Living Well

No Gravatar

MelekFinansial.com – Hidup dan kehidupan.., manusia dan perencanaan.., sudah merupakan suatu kebutuhan. Begitu besarnya kebutuhan ini sehingga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktifitas sehari hari. Bagi seorang pebisnis akan melakukan perencanaan strategis agar barang maupun jasa yang dipasarkan dapat segera diserap oleh pasar, seorang petani jagung akan merencanakan untuk menjual hasil panen jagungnya kelak 3 bulan kedepan dan hasil penjualan akan direncanakan untuk membayar biaya sekolah anaknya dan sebagainya.

Peran perencanaan begitu penting sehingga tidak bisa diabaikan oleh siapapun yang sedang melakukan aktifitas, kita ketahui dalam dunia yang modern saat ini, perencanan bisnis (barang dan jasa) yang dilakukan pada akhirnya ditujukan untuk mendapatkan uang, namun ironisnya kita seringkali tidak melakukan perencanaan terhadap uang yang didapat dari hasil ‘keringat’ sendiri.

Di kehidupan nyata sering kali kita menghabiskan uang dalam jumlah yang besar karena tergiur oleh program diskon suatu barang yang sebenarnya kita tidak membutuhkannya dan lebih parah lagi kita telah kehilangan jutaan rupiah disebabkan salah informasi serta tergiur oleh saran investasi yang tidak tepat. Fakta yang ada dan tidak sedikit jumlahnya, mereka yang bekerja di bidang keuangan dan seringkali memberikan saran keuangan kepada nasabahnya ketika ditanya apakah sudah memiliki program perencanaan keuangan pribadi maka sedikit sekali yang mengatakan ‘ya’ saya telah memiliki. Namun jika kepada mereka kita tanya apakah anda ingin kaya? Jawaban secara tegas mereka adalah ‘ya’ saya ingin kaya. READ THE FULL ARTICLE >>

Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

No Gravatar

opek-4-lores-dalamMelekFinansial.com - Waktu terus berjalan, bulan Juni telah tiba berarti tinggal 1 bulan lagi anak kita akan memasuki tahun ajaran baru, tanpa terasa usia kita maupun usia anak kita terus bertambah, sebagai orang tua tentu menginginkan pendidikan yang didapat oleh anak kita lebih baik dari pendidikan orang tuanya. Lalu bagaiman kita mempersiapkan dana pendidikannya?

Dalam mepersiapkan dana untuk pendidikan alangkah baiknya kita memulai sejak dini, seorang perencana keuangan tentu akan menganjurkan kepada kliennya untuk memulainya segera, sekarang (saat ini), ya karena jika kita menunda maka akan berakibat semakin besar dana yang harus kita investasikan. Bahkan alangkah baiknya sejak seorang bayi dilahirkan, orang tua sudah dapat mengalokasikan sebagian pendapatan yang diterima untuk dana pendidikan. READ THE FULL ARTICLE >>

9 Tips Finansial untuk Isteri Cerdas

No Gravatar
MelekFinansial.com -  Sering kita dengar seorang suami memberikan alasan, “Saya tanya ‘direktur keuangan’ dulu ya”. Dan kita mahfum bahwa yang dimaksud adalah isterinya.

Sudah menjadi tradisi masyarakat kita bahwa seorang isteri adalah pengelola rumah tangga, terutama dalam hal pengelolaan keuangan rumah tangga. Tantangan finansial seorang isteri pun cukup beragam, mulai dari naik turunnya pendapatan keluarga, menjaga anggaran rumah tangga jangan sampai defisit, sampai kepada ancaman kekurangan dana untuk kebutuhan hari tua.

Bahkan, dalam situasi finansial yang kurang menguntungkan, sang isteri terancam untuk ‘terpaksa’ ikut bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kami berharap beberapa tips di bawah ini akan banyak membantu para isteri untuk lebih cerdas dan terampil dalam mengelola keuangan rumah tangga. READ THE FULL ARTICLE >>

Wise Words from Master Bruce Lee – Part 4 (Final)

No Gravatar
  1. “Forget about winning and losing; forget about pride and pain. Let your opponent graze your skin and you smash into his flesh; let him smash into your flesh and you fracture his bones; let him fracture your bones and you take his life. Do not be concerned with escaping safely – lay your life before him”
  2. “Let me give you a bit of warning: just because you get very good at your training it should not go to your head that you are an expert. Remember, actual sparring is the ultimate, and the training is, only a means toward this. Besides running, one should also do exercises for the stomach – sit-ups, leg raises, etc. Too often one of those big-belly masters will tell you that his internal power has sunk to his stomach; he’s not kidding, it is sunk and gone! To put it bluntly, he is nothing but fat and ugly.”
  3. “I fear not the man who has practiced 10,000 kicks once, but I fear the man who has practiced one kick 10,000 times”
  4. “using no way as a way, using no limitations as a limitation.”
  5. “Simplicity is the key to brilliance” READ THE FULL ARTICLE >>

Wise Words From Master Bruce Lee – Part 3

No Gravatar

“Take no thought of who is right or wrong or who is better than. Be not for or against.”

“Take things as they are. Punch when you have to punch. Kick when you have to kick.”

“The future looks extremely bright indeed, with lots of possibilities ahead – big possibilities. “

“Like the song says, “We’ve just begun.””

“The less effort, the faster and more powerful you will be.” READ THE FULL ARTICLE >>